0
Dikirim pada 07 Desember 2011 di Inspirasi

Saat kita sedang dirundung oleh duka dan nestapa maka yang terbayang adalah adanya keajaiban secara tiba tiba tepat ketika kita telah tak punya kekuatan apapun. Saat kita merasa tak ada lagi yang bisa menyelesaikan semua urusan yang memberatkan pikiran dan menyiksa hati sepanjang hari. Siapa lagi kalau bukan Tuhan Alloh SWT Yang Maha Suci dan punya hak penuh atas hidup dan mati semua umat di bumi? Namun sudahkah kita memprioritaskan hidup untuk menjadi abdi terbaiknya  agar kelak punya hak untuk dibanggakan sebagai makhluk pilihan? Tentu sebagian dari kita belum menargrtkan Tuhan sebagai tujuan, kalaupun menyangkal dan membela diripasti juga baru dalam tataran ucapan belum menjiwai pada setiap tindakan yang kita lakukan.

Kita kenapa kadang merasa begitu berat dalam menjalani hidup sedikit banyak dipengaruhi oleh jauhnya hati dari siraman agama. Nasehat agam yang bertebaran dimana mana, dari mushola yang  sederhana hingga masjid mewah bak istana, kadang hanya masuk lewat telinga tanpa membekas di jiwa. hal ini telah terjadi berulangkali, hingga menjadi kebiasaan yang tak pernah kita sadari sebagai satu penyebab mengapa kita jadimerasa jauh dengan pertolongan Tuhan ketika keadaan benar benar menakutkan.Bagaimana bisa kita dekat dengan Alloh SWT, wong untuk mengenal lebih dekat seorang teladan terbaik zaman juga tak pernah sempat. selalu sibuk dengan kegiatan dan rutinitas harian untuk mendapatkan uang. Kita akan merasa rugi bila waktu tersita untuk menunaikan sholat, menjalankan sunahnya, dan mempelajari sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Merasa rugi dan lebih mengutamakan urusan lain yang belum tentu hasilnya telah banyak dijalankan oleh manusia. Mereka baru akanb teringat oleh keagungan dan kuasa Alloh SWT disaat semua strategi dan usahanya mengalamikegagalan di tengah jalan. Mereka baru mulai melirik kisah perjuangan nabi yang tak pernah lelah mencintai umatnya.

Mereka jadi tahu bahwa Nabi Muhammad SAW tak pernah merasa berat untuk memberikan yang terbaik untuk kita semua, tetapi kita sebagai umatnya, lebih banyak enggan untuk membalas kebaikan yang telah Nabi berikan, kita kadang samopai lupa dan tidak tahu penderitaan Rosululloh SAW saat awal awal kemunculan islam. Mari kita hidupkan kembali hati kita agar  tidak terlalu mengeluh ketika kepahitan dan kekecewaan datang. Semoga berkenan dan tulisan ini saya tujuakan untuk menasehati diri saya pribadi. Salam dan doa untuk kita semua.



Dikirim pada 07 Desember 2011 di Inspirasi
comments powered by Disqus
Profile

Seorang wanita yang juga sedang belajar maalah SEO, ngeblog dan bagaimana membangun kebaikan melalui dunia maya. kita yang terlahir sebagai wanita tak bolehmenyera di tengah jalan selama nafas masih menyemangatihidup kita More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 70.124 kali


connect with ABATASA